Edisi 21 September 2026Kebiasaan kecil, umur panjang.
← Sehat HarianMental

Pulang mudik dan lelah yang tidak kunjung hilang

Kelelahan setelah perjalanan panjang itu wajar.

Pulang mudik dan lelah yang tidak kunjung hilang
Foto: D / Wikimedia Commons (Public domain)

Lebaran sudah lewat, koper sudah dibongkar, tapi badan masih terasa seperti masih di jalan. Banyak teman saya mengeluh hal yang sama minggu ini: susah bangun, kepala berat, dan rasanya tidak siap kembali bekerja.

Saya kira ini bukan soal lemah. Perjalanan mudik itu berat: jam tidur berantakan, makan tidak teratur, duduk berjam-jam, ditambah percakapan keluarga yang tidak selalu ringan. Tubuh dan pikiran butuh waktu untuk kembali ke ritme biasa.

Baca juga: Hujan seharian, olahraga tetap jalan: bergerak di ruang tamu tanpa alat

Memberi ruang untuk pulih

Yang membantu saya: tidur dan bangun pada jam yang sama selama beberapa hari, meski rasanya ingin tidur siang panjang. Makan pada jam makan biasa, bukan mengemil sisa kue Lebaran sepanjang hari. Jalan kaki sebentar di sore hari supaya badan ingat bahwa ia masih bisa bergerak.

Yang tidak kalah penting adalah memberi izin pada diri sendiri untuk pelan dulu. Minggu pertama setelah libur panjang tidak harus produktif penuh. Rumah tidak harus langsung rapi.

Kalau lelahnya disertai sedih yang dalam, sulit tidur berhari-hari, atau tidak ada minat pada apa pun selama lebih dari beberapa minggu, itu bukan lagi soal mudik. Bicarakan dengan dokter atau psikolog. Lelah biasa akan hilang; yang tidak hilang perlu didengar.

DS
Dinda SaputraDinda Saputra mendirikan Sehat Harian pada 2023 dan menulis artikel pertamanya, lalu berhenti menulis rutin pada 2024. Lima tulisan awalnya, termasuk yang tentang demam anak, masih menjadi patokan nada untuk seluruh redaksi.