Edisi 21 September 2026Kebiasaan kecil, umur panjang.
← Sehat HarianKeluarga

Dinding lembap dan baju yang tak kering: menjaga udara di dalam rumah saat musim hujan

Hujan yang turun setiap sore mengubah rumah menjadi tempat yang lembap, pengap, dan ramah bagi jamur. Beberapa kebiasaan sederhana menjaga udara rumah tetap sehat bagi anak dan orang tua.

Dinding lembap dan baju yang tak kering: menjaga udara di dalam rumah saat musim hujan
Foto: W / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Musim hujan kembali datang, dan bersamanya datang keluhan yang sama di banyak rumah: baju yang dijemur tiga hari tetap lembap, bau apak di kamar yang jendelanya jarang dibuka, bercak hitam di sudut langit-langit kamar mandi, dan anak yang bersin-bersin setiap bangun pagi. Semua itu berhubungan dengan satu hal yang jarang dipikirkan sebagai urusan kesehatan: kelembapan udara di dalam rumah.

Rumah yang terlalu lembap adalah tempat tumbuh yang ideal bagi jamur dan tungau, dua pemicu yang akrab bagi keluarga dengan riwayat alergi, asma, atau kulit yang sensitif. Anak kecil dan orang tua lanjut usia yang menghabiskan sebagian besar harinya di dalam rumah paling merasakan dampaknya.

Baca juga: Ketika kakek dan nenek mengasuh cucu di libur sekolah: menjaga energi dua generasi

Membiarkan udara bergerak

Prinsip paling dasar adalah udara yang bergerak. Buka jendela di dua sisi rumah yang berseberangan setiap kali hujan reda, meski hanya setengah jam, agar udara dalam rumah tertukar. Kipas angin yang diarahkan ke jendela yang terbuka membantu mendorong udara lembap keluar. Kamar mandi dan dapur, dua sumber uap terbesar, perlu ventilasi yang berfungsi atau pintu yang dibuka setelah dipakai.

Jemuran di dalam rumah adalah penyumbang kelembapan yang paling sering terlewat. Jika tidak terhindarkan, jemur di satu ruangan dengan jendela terbuka atau kipas yang menyala, bukan di kamar tidur. Mesin cuci dengan putaran pengering yang kuat memangkas waktu jemur secara nyata.

Menangani jamur sebelum menyebar

Bercak hitam atau kehijauan di dinding, langit-langit, atau sela ubin sebaiknya dibersihkan segera, dengan sarung tangan, dan ruangan dalam keadaan berventilasi. Penyebabnya perlu dicari: atap yang bocor, pipa yang rembes, atau dinding yang bersinggungan dengan tanah basah. Mengecat ulang tanpa memperbaiki sumber air hanya menunda kemunculan berikutnya.

Kasur, bantal, dan sofa yang terasa lembap perlu dijemur saat matahari sempat muncul, dan seprai dicuci lebih sering pada musim ini. Lemari pakaian yang menempel ke dinding luar bisa digeser sedikit agar udara bisa lewat di belakangnya.

Kapan keluhan pernapasan perlu diperiksa

Bersin di pagi hari, hidung tersumbat, dan mata berair yang membaik saat berada di luar rumah sering kali berkaitan dengan udara di dalam rumah, dan membaik ketika kelembapan diatasi. Namun, batuk yang berlangsung berminggu-minggu, sesak napas, mengi, atau anak yang terbangun malam karena sulit bernapas bukan hal untuk ditunggu sampai musim berganti. Periksakan ke dokter, dan sebutkan kondisi rumah saat berkonsultasi karena itu termasuk informasi yang berguna.

Rumah yang kering dan berudara segar di tengah musim hujan memang membutuhkan usaha kecil setiap hari. Namun, usaha itu jauh lebih ringan daripada mengurus anggota keluarga yang terus-menerus batuk sepanjang musim.

DK
Dimas KusnadiDimas Kusnadi adalah penulis paling produktif di Sehat Harian sejak bergabung pada 2025, dengan fokus pada kesehatan keluarga. Sebagian besar idenya datang dari grup pesan orang tua murid tempat ia menjadi anggota yang jarang bersuara.