Edisi 21 September 2026Kebiasaan kecil, umur panjang.
← Sehat HarianGizi

Mitos delapan gelas: apa yang sebenarnya dibutuhkan tubuh soal air di iklim tropis

Angka yang kita hafal sejak kecil tidak berlaku sama untuk semua orang. Rasa haus, warna urine, dan aktivitas harian adalah petunjuk yang lebih jujur.

Mitos delapan gelas: apa yang sebenarnya dibutuhkan tubuh soal air di iklim tropis
Foto: P / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Hampir semua orang pernah mendengar anjuran minum delapan gelas air sehari. Angka ini mudah diingat dan sering diulang, tetapi asal-usulnya tidak sejelas yang diduga. Kebutuhan cairan setiap orang berbeda, bergantung pada ukuran tubuh, aktivitas, cuaca, dan makanan yang dikonsumsi. Delapan gelas bisa terlalu sedikit bagi pekerja lapangan di siang hari, dan lebih dari cukup bagi orang yang seharian duduk di ruangan berpendingin.

Di iklim tropis seperti Indonesia, kebutuhan cairan umumnya lebih tinggi karena tubuh terus mengeluarkan keringat, bahkan saat tidak terasa. Namun ini bukan alasan untuk minum secara berlebihan; tubuh memiliki sistem yang cukup andal untuk memberi tahu kapan ia membutuhkan air.

Baca juga: Garam dalam mi instan dan camilan kemasan: belajar membaca label gizi dalam lima menit

Petunjuk yang diberikan tubuh

Rasa haus adalah sinyal utama dan, bagi orang dewasa sehat, biasanya cukup dapat diandalkan. Petunjuk lain yang sering disarankan adalah warna urine: kuning pucat menandakan cairan tercukupi, sementara kuning pekat menunjukkan tubuh membutuhkan lebih banyak air. Sakit kepala ringan, mulut kering, dan rasa lesu di siang hari juga sering berkaitan dengan kurang minum.

Cairan tidak hanya datang dari air putih. Sayur berkuah, buah seperti semangka dan jeruk, teh, dan bahkan kopi ikut menyumbang. Anggapan bahwa kopi dan teh 'mengeringkan' tubuh sudah lama diperdebatkan; dalam jumlah wajar, keduanya tetap menambah asupan cairan.

Yang perlu diperhatikan adalah dari mana cairan itu datang. Jika sebagian besar asupan harian berasal dari minuman manis, tubuh memang terhidrasi, tetapi dengan harga gula yang tinggi. Air putih tetap menjadi pilihan yang paling sederhana dan paling murah.

Situasi yang membutuhkan perhatian lebih

Ada kelompok yang tidak bisa sepenuhnya mengandalkan rasa haus. Lansia sering merasakan haus lebih lambat dan dapat mengalami kekurangan cairan tanpa menyadarinya. Anak kecil, orang yang sedang demam atau diare, dan mereka yang bekerja di bawah terik matahari membutuhkan perhatian aktif, bukan menunggu haus datang.

Di sisi lain, minum air secara berlebihan dalam waktu singkat juga tidak dianjurkan. Tubuh memiliki batas kecepatan dalam mengolah cairan, dan memaksakan minum dalam jumlah besar sekaligus tidak memberi manfaat tambahan. Minum sedikit demi sedikit sepanjang hari lebih sesuai dengan cara tubuh bekerja.

Orang dengan kondisi jantung, ginjal, atau yang mengonsumsi obat tertentu mungkin memiliki batasan cairan yang spesifik. Bagi mereka, anjuran umum seperti dalam artikel ini tidak menggantikan arahan dokter yang menangani.

Pada akhirnya, hidrasi yang baik tidak membutuhkan penghitungan gelas yang kaku. Membawa botol air, minum saat haus, memperhatikan warna urine, dan lebih waspada pada hari yang panas atau saat beraktivitas berat sudah mencakup sebagian besar kebutuhan orang sehat.

DK
Dimas KusnadiDimas Kusnadi adalah penulis paling produktif di Sehat Harian sejak bergabung pada 2025, dengan fokus pada kesehatan keluarga. Sebagian besar idenya datang dari grup pesan orang tua murid tempat ia menjadi anggota yang jarang bersuara.